Panduan Lengkap Merakit Mesin CNC Router Sendiri
Merakit mesin CNC Router sendiri adalah salah satu pengalaman paling memuaskan bagi seorang maker. Kamu tidak hanya menghemat biaya dibanding membeli mesin jadi — kamu juga memahami setiap sudut mesinmu, sehingga troubleshooting dan upgrade jadi jauh lebih mudah.
Panduan ini disusun untuk kamu yang baru pertama kali merakit mesin CNC Router ukuran mid-size (misalnya 6090 atau 1212) dengan motor stepper NEMA 23 dan controller berbasis GrblHAL. Sebelum mulai, pastikan kamu sudah memahami komponen-komponen yang akan digunakan — baca dulu: Komponen Mesin CNC Router: Fungsi, Jenis, dan Tips Memilihnya.
Persiapan Sebelum Merakit
1. Tentukan Spesifikasi Mesin
Sebelum beli komponen apapun, jawab dulu pertanyaan-pertanyaan ini:
- Berapa ukuran work area yang kamu butuhkan? (misalnya: 600×900mm)
- Material apa yang akan sering dikerjakan? (kayu saja, atau juga aluminium?)
- Budget totalmu berapa?
- Apakah mesin akan digunakan untuk produksi atau hobi?
Jawaban ini menentukan pilihan frame, motor, spindle, dan controller yang tepat. Jangan skip tahap ini karena pergantian komponen di tengah proyek itu menyakitkan — baik kantong maupun mentalnya.
2. Buat Bill of Materials (BOM)
Daftar semua komponen yang dibutuhkan beserta harga estimasinya. Ini penting untuk kontrol budget dan memastikan tidak ada yang terlewat. Komponen utama yang biasanya dibutuhkan:
| Komponen | Spesifikasi Contoh | Estimasi Harga |
|---|---|---|
| Profil aluminium ekstrusi | V-slot 2040, berbagai panjang | Rp 500rb–1,5jt |
| Linear guide rail | HGR20 + HGH20CA (6 rail + 12 carriage) | Rp 1,5jt–3jt |
| Motor stepper | NEMA 23, 2,8A, 1,9Nm (4 buah) | Rp 800rb–1,5jt |
| Driver motor | TB6600 atau DM542 (4 buah) | Rp 400rb–1,2jt |
| Controller board | Urban Creator STM32 GrblHAL | Rp 600rb–1jt |
| Spindle + VFD | 1,5kW water-cooled + VFD 1,5kW | Rp 1,5jt–3jt |
| Power supply | 36V 15A untuk motor, 5V untuk logika | Rp 300rb–600rb |
| Lead screw / ball screw | SFU1605, 3 sumbu | Rp 500rb–1,5jt |
| Limit switch | Mechanical atau proximity (6 buah) | Rp 100rb–300rb |
| Mur, baut, t-nut, dll. | Berbagai ukuran M5 | Rp 200rb–400rb |
| Kabel, terminal, dll. | AWG20 shielded untuk motor | Rp 200rb–400rb |
Total estimasi (tanpa spindle dan frame logam): Rp 6–13 juta tergantung kualitas komponen yang dipilih.
3. Siapkan Tools dan Workspace
Peralatan yang kamu butuhkan:
- Set kunci L hex (M3, M4, M5)
- Kunci pas atau kunci ring set
- Obeng plus dan minus
- Multimeter digital
- Solder iron + timah (untuk kabel)
- Crimping tool untuk terminal kabel
- Penggaris baja dan siku presisi
- Level waterpass
- Laptop atau PC dengan software CAM dan G-code sender
Langkah Perakitan: Step by Step
Langkah 1: Rakit Frame Utama
Mulai dari merakit frame atau rangka mesin. Jika menggunakan profil aluminium ekstrusi, pasang semua profil sesuai desain dengan menggunakan t-nut dan baut M5. Pastikan semua sudut presisi 90° menggunakan siku dan ukur diagonal untuk memastikan tidak ada twist.
Tips krusial: Gunakan meja datar sebagai referensi saat merakit. Frame yang tidak rata akan menyebabkan masalah presisi yang susah di-debug nantinya. Keraskan semua baut secara bertahap — jangan keraskan satu titik sepenuhnya dulu sebelum semua baut terpasang.
Langkah 2: Pasang Linear Rail
Pasang linear guide rail di setiap sumbu. Rail harus dipasang sejajar dan paralel — ini adalah tahap yang paling mempengaruhi presisi mesin.
Untuk sumbu X (gantry), pasang dua rail paralel di sisi kiri dan kanan meja (sumbu Y sebenarnya dalam konvensi mesin CNC). Untuk sumbu Y (gantry bergerak), pasang rail di atas gantry. Untuk sumbu Z, pasang rail vertikal di carriage.
Cara cek keseajajaran rail: Gunakan dial indicator (jam ukur) yang digerakkan sepanjang rail — variasi tidak boleh lebih dari 0,05mm untuk mesin presisi. Jika tidak punya dial indicator, gunakan metode referensi dengan blok kalibrasi.
Langkah 3: Pasang Motor Stepper dan Sistem Transmisi
Pasang motor NEMA 23 di bracket yang sesuai di setiap sumbu. Hubungkan motor ke lead screw atau ball screw via flexible coupling. Pastikan coupling tidak ada misalignment yang signifikan — ini bisa menyebabkan getaran dan kebisingan.
Untuk sumbu Y panjang (misalnya 900mm), biasanya menggunakan dua motor (dual motor / ganged Y) untuk menghindari racking. Controller GrblHAL mendukung konfigurasi ganged axis ini dengan sangat baik.
Pasang end cap dan anti-backlash nut di setiap lead screw. Ball screw lebih mahal tapi hampir zero-backlash dari bawaan.
Langkah 4: Pasang Spindle dan Bracket Z
Pasang spindle mount/bracket di carriage Z. Masukkan spindle ke bracket — pastikan bracket cukup kuat dan tidak goyang. Untuk spindle berpendingin air, pasang fitting selang di lubang yang tersedia.
Posisi spindle harus tegak lurus (perpendicular) terhadap meja kerja. Gunakan siku dan V-block untuk mengecek kelurusan. Ketidaktegakan spindle akan menyebabkan hasil pemotongan miring.
Langkah 5: Wiring Elektronik
Ini adalah tahap yang paling membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Ikuti urutan ini:
- Wiring motor stepper ke driver TB6600/DM542 — Hubungkan 4 kabel motor (A+, A-, B+, B-) ke terminal driver. Cek datasheet motor untuk urutan kabel yang benar.
- Wiring driver ke controller board — Setiap driver terhubung ke controller via sinyal PUL+, PUL-, DIR+, DIR-, ENA+, ENA-. Controller Urban Creator menggunakan optocoupler untuk isolasi — perhatikan common anode atau common cathode driver yang digunakan.
- Wiring power supply ke driver dan controller — PSU 36V ke terminal VM+ dan VM- driver. Jangan lupa ground ke chassis.
- Wiring limit switch — Hubungkan limit switch ke pin yang sesuai di controller. Gunakan resistor pull-up jika dibutuhkan. Konfigurasi normally-open (NO) atau normally-closed (NC) sesuai firmware.
- Wiring spindle — Untuk spindle DC: PWM dari controller ke PWM input driver spindle. Untuk spindle AC + VFD: hubungkan sinyal PWM controller ke input VFD (0-10V atau analog), dan relay/sinyal enable untuk on/off.
Tips keselamatan wiring: Selalu matikan power saat memasang atau melepas kabel. Gunakan ferrule atau lug untuk ujung kabel agar koneksi terminal lebih kuat. Pisahkan kabel sinyal (low voltage) dari kabel power (high voltage) — jangan bundle jadi satu. Gunakan kabel shielded untuk kabel motor yang panjang.
Langkah 6: Konfigurasi Firmware GrblHAL
Setelah semua wiring selesai, hubungkan controller ke laptop via USB dan buka software GrblHAL sender (UGS, gSender, atau CNCjs).
Parameter penting yang perlu dikonfigurasi:
- $100, $101, $102 — Steps per mm untuk X, Y, Z. Hitung berdasarkan langkah motor, microstepping, dan pitch lead screw
- $110, $111, $112 — Max rate (mm/min) untuk X, Y, Z
- $120, $121, $122 — Akselerasi (mm/s²) untuk X, Y, Z
- $130, $131, $132 — Max travel untuk X, Y, Z (ukuran work area)
- $5 — Limit switch invert (sesuaikan NO/NC sensor)
- $22 — Aktifkan homing cycle
- $23 — Homing direction mask
Rumus steps/mm untuk lead screw:
Steps/mm = (Steps per revolution × Microstepping) ÷ Lead screw pitch (mm)
Contoh: (200 × 16) ÷ 5mm = 640 steps/mm
Langkah 7: Tes dan Kalibrasi
Sebelum menjalankan program apapun, lakukan serangkaian tes:
Tes gerak manual: Gerakkan setiap sumbu perlahan via Jog di sender. Pastikan arah gerak sudah benar (invert jika terbalik dengan mengubah $3 atau arah kabel motor). Pastikan tidak ada bunyi kasar atau gerakan tersendat.
Tes homing: Jalankan homing cycle ($H). Amati apakah setiap sumbu bergerak ke arah yang benar dan berhenti saat menyentuh limit switch.
Tes akurasi: Jog sumbu X sejauh 100mm, ukur dengan penggaris atau caliper. Jika tidak tepat, sesuaikan nilai steps/mm. Ulangi untuk Y dan Z.
Tes pertama tanpa material (air cut): Load G-code sederhana dan jalankan tanpa material. Amati pergerakan mesin. Jika semua normal, baru pasang material dan mulai potong uji dengan feed rate rendah.
Masalah Umum saat Pertama Merakit
Motor bergetar tapi tidak berputar — Kemungkinan urutan kabel coil motor salah. Coba tukar kabel A+ dan A-, atau tukar pasangan coil.
Mesin bergerak tapi langkah tidak akurat — Cek konfigurasi steps/mm dan microstepping di driver. Pastikan nilai microstepping di firmware sama dengan setting DIP switch di driver.
Limit switch tidak terdeteksi — Cek apakah switch normally-open atau normally-closed, sesuaikan parameter $5 dan $6 di GrblHAL.
Motor panas berlebihan — Kurangi arus motor di potensio driver. Motor stepper NEMA 23 umumnya di-set di 70–80% dari rating arus penuh untuk penggunaan normal.
Kesimpulan
Merakit mesin CNC Router sendiri memang butuh waktu, kesabaran, dan kemauan belajar. Tapi hasilnya sepadan — kamu punya mesin yang kamu kenali luar-dalam, lebih mudah di-maintain, dan bisa di-upgrade sesuai kebutuhan.
Setelah mesin berhasil dirakit, pastikan kamu tahu cara merawatnya dengan benar. Baca: Perawatan dan Troubleshooting Mesin CNC Router.
Untuk memahami software dan cara mengoperasikan mesin, lanjut ke: Cara Kerja dan Software CNC Router: Dari Desain ke G-Code.
Ada pertanyaan spesifik soal perakitan? Tulis di komentar atau join Telegram Urban Creator — komunitas maker Indonesia yang siap berbagi pengalaman.


