Setting Feed Rate dan Spindle Speed yang Tepat untuk Berbagai Material CNC
Dua angka yang paling sering bikin bingung pengguna CNC router baru: feed rate dan spindle speed. Terlalu cepat — material gosong atau end mill patah. Terlalu lambat — cutting tidak efisien, panas menumpuk, hasil permukaan jelek. Yang tepat ada di tengah, dan menemukan titik itu adalah skill yang akan terus kamu asah semakin sering berlatih.
Di artikel ini kita bahas tuntas apa itu feed rate dan spindle speed, kenapa keduanya harus dipertimbangkan bersamaan, dan bagaimana setting yang tepat untuk empat material paling umum: kayu, MDF, akrilik, dan aluminium.
Apa Itu Feed Rate?
Feed rate adalah kecepatan pergerakan end mill secara horizontal di atas material — seberapa cepat mata pisau berpindah dari satu titik ke titik lain saat sedang cutting. Satuannya adalah mm/menit (mm/min).
Feed rate terlalu tinggi → end mill memotong terlalu agresif → end mill bisa patah, material chipping atau sobek, permukaan kasar.
Feed rate terlalu rendah → end mill “menggesek” material lebih dari memotong → panas berlebih, material bisa gosong (terutama akrilik), wear pada end mill lebih cepat.
Apa Itu Spindle Speed?
Spindle speed adalah seberapa cepat end mill berputar, diukur dalam RPM (rotasi per menit). Spindle yang berputar lebih cepat menghasilkan lebih banyak pemotongan per satuan waktu.
Spindle speed terlalu tinggi → panas berlebih → material meleleh (akrilik), gosong (kayu), atau end mill cepat aus.
Spindle speed terlalu rendah → cutting tidak efisien → chatter, permukaan kasar, beban motor berlebih.
Kenapa Keduanya Harus Dipertimbangkan Bersamaan?
Feed rate dan spindle speed tidak berdiri sendiri. Keduanya terhubung melalui konsep yang disebut chip load — yaitu ketebalan material yang dipotong oleh setiap satu mata pisau (flute) dalam satu rotasi.
Rumus sederhananya:
Chip Load = Feed Rate ÷ (Spindle Speed × Jumlah Flute)
Contoh: Feed rate 1.800 mm/min, spindle 18.000 RPM, 2 flute → chip load = 1800 ÷ (18000 × 2) = 0,05 mm per flute per rotasi.
Chip load yang tepat tergantung pada material dan diameter end mill. Terlalu kecil = rubbing (menggesek), terlalu besar = patah. Memahami chip load membantu kamu menyesuaikan feed rate dan spindle speed secara proporsional — bukan sembarangan menaikkan atau menurunkan salah satunya saja.
Parameter untuk Setiap Material
Berikut adalah tabel referensi parameter cutting untuk end mill diameter 6mm yang paling umum dipakai. Gunakan sebagai titik start, bukan angka mutlak — selalu lakukan test cut terlebih dahulu.
Kayu Solid
| Jenis Kayu | Spindle Speed | Feed Rate | Plunge Rate | Depth of Cut |
|---|---|---|---|---|
| Kayu lunak (pinus, sengon) | 18.000–22.000 RPM | 2.000–3.500 mm/min | 800–1.200 mm/min | 3–5 mm |
| Kayu medium (meranti, mahoni) | 18.000–20.000 RPM | 1.500–2.500 mm/min | 600–1.000 mm/min | 2–4 mm |
| Kayu keras (jati, merbau) | 16.000–20.000 RPM | 1.000–1.800 mm/min | 400–800 mm/min | 1,5–3 mm |
Tips kayu: Kayu keras butuh lebih banyak pass dengan depth lebih kecil. Jangan tergoda untuk potong dalam sekaligus — end mill bisa deflect dan hasil cutting melengkung.
MDF
| Ketebalan MDF | Spindle Speed | Feed Rate | Plunge Rate | Depth of Cut |
|---|---|---|---|---|
| 3–9 mm | 18.000–22.000 RPM | 2.500–4.000 mm/min | 1.000–1.500 mm/min | 2–4 mm |
| 12–18 mm | 18.000–20.000 RPM | 2.000–3.000 mm/min | 800–1.200 mm/min | 3–5 mm |
Tips MDF: MDF sangat konsisten sehingga parameternya lebih mudah diprediksi dibanding kayu solid. Tapi debu MDF sangat halus — pastikan dust collection berjalan sebelum mulai cutting.
Akrilik
| Ketebalan Akrilik | Spindle Speed | Feed Rate | Plunge Rate | Depth of Cut |
|---|---|---|---|---|
| 3–5 mm | 16.000–18.000 RPM | 800–1.500 mm/min | 300–600 mm/min | 1–2 mm |
| 6–10 mm | 14.000–18.000 RPM | 600–1.200 mm/min | 200–500 mm/min | 1–1,5 mm |
| 12–15 mm | 12.000–16.000 RPM | 400–900 mm/min | 150–400 mm/min | 0,8–1,2 mm |
Tips akrilik: Akrilik adalah material yang paling sensitif terhadap panas. Kalau chip yang keluar berbentuk bubuk atau akrilik terlihat buram di sekitar cutting — itu tanda terlalu panas. Naikkan feed rate atau turunkan spindle speed sedikit.
Aluminium
| Ketebalan Al 6061 | Spindle Speed | Feed Rate | Plunge Rate | Depth of Cut |
|---|---|---|---|---|
| 1–3 mm | 14.000–18.000 RPM | 600–1.000 mm/min | 150–300 mm/min | 0,3–0,6 mm |
| 4–6 mm | 12.000–16.000 RPM | 400–800 mm/min | 100–200 mm/min | 0,2–0,4 mm |
| >6 mm | 10.000–14.000 RPM | 200–500 mm/min | 80–150 mm/min | 0,1–0,3 mm |
Tips aluminium: Wajib pakai coolant (minimal WD-40 atau cutting oil). Tanpa coolant, aluminium bisa “welding” ke end mill — end mill rusak dalam hitungan detik. Chip aluminium juga tajam, gunakan kacamata pelindung.
Cara Membaca Tanda-tanda Parameter yang Salah
Mesin CNC akan memberi sinyal kalau parameter tidak tepat — kamu tinggal tahu cara membacanya:
Feed Rate Terlalu Cepat
- Suara cutting kasar, berdentum, atau “chattering”
- End mill deflect (melengkung), hasil cutting tidak presisi
- Chip ukurannya tidak merata — ada yang sangat besar
- Dalam kasus ekstrem: end mill patah
Feed Rate Terlalu Lambat
- Suara cutting “mendesis” atau seperti menggesek
- Material atau end mill terasa sangat panas setelah cutting
- Bekas gosong di tepi potongan (terutama kayu dan akrilik)
- Akrilik meleleh di sekitar jalur cutting
Spindle Speed Terlalu Tinggi
- Panas berlebih meski feed rate sudah benar
- Untuk akrilik: permukaan cutting terlihat buram atau meleleh
- Untuk kayu: tepi potongan gosong atau hangus
Depth of Cut Terlalu Dalam
- Suara mesin terdengar “berat” atau motor spindle seperti ngeden
- Mesin missed step — posisi bergeser dari yang seharusnya
- End mill patah (ini yang paling parah)
Cara Menyesuaikan Parameter Secara Sistematis
Kalau kamu baru pertama kali cutting material tertentu, gunakan pendekatan ini:
- Mulai dari angka tengah di tabel referensi — jangan langsung di batas atas atau bawah
- Lakukan test cut pendek (panjang 50–100mm) dan perhatikan suara, chip, dan hasil permukaan
- Ubah satu variabel saja setiap kali test — jangan ubah feed rate dan spindle speed sekaligus karena kamu tidak akan tahu mana yang berpengaruh
- Catat hasilnya — buat log sederhana: material, end mill, RPM, feed rate, hasil (bagus/buruk/kenapa)
- Iterasi sampai ketemu sweet spot — setelah ketemu parameter yang bagus, simpan sebagai preset untuk material dan end mill tersebut
Pengaruh Kondisi End Mill terhadap Parameter
Satu hal yang sering dilupakan: parameter yang bagus untuk end mill baru bisa jadi tidak cocok lagi untuk end mill yang sudah tumpul. End mill tumpul butuh:
- Feed rate yang lebih lambat untuk mengurangi beban cutting
- Depth of cut yang lebih kecil
- Atau — lebih baik — ganti end mill baru
Tanda end mill mulai tumpul: hasil permukaan semakin kasar meski parameter sama, cutting terasa lebih berat dari biasanya, dan permukaan cutting lebih hangat dari yang seharusnya.
Untuk perawatan end mill dan mesin secara keseluruhan, baca juga panduan kami tentang perawatan dan troubleshooting mesin CNC router.
Kesimpulan
Feed rate dan spindle speed adalah dua parameter yang tidak bisa dipisahkan. Keduanya harus disesuaikan bersama berdasarkan material, diameter end mill, dan kondisi mesin. Tidak ada angka yang universal benar — tapi ada range yang masuk akal untuk setiap material, dan tabel di atas bisa jadi titik start yang solid.
Yang paling penting: mulai konservatif, test cut dulu, lalu optimalkan bertahap. Satu end mill yang patah karena parameter asal-asalan jauh lebih mahal dari waktu yang diluangkan untuk test cut yang benar.
Untuk memahami lebih dalam tentang material apa yang sebaiknya dipilih untuk proyekmu, cek artikel kami tentang memilih material untuk CNC router. Dan kalau kamu masih dalam proses merakit mesin, panduan merakit mesin CNC router sendiri bisa jadi referensi yang berguna.
Happy cutting! 🛠️


